SMK-SMTI Padang Gencarkan Budaya Siaga Bencana, Padukan Edukasi K3 dengan Sarapan Bergizi

Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian serius di lingkungan SMK-SMTI (Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Menengah Teknologi Industri) Padang. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid sekolah tersebut mengikuti rangkaian kegiatan yang digagas Kelompok Budaya Kerja (Pokja) Tanggap Darurat, sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan sejak dini di lingkungan pendidikan.

 

Edukasi Menyeluruh soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Mengingat lokasi sekolah yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami, pihak sekolah tak main-main dalam menyiapkan warganya menghadapi kondisi darurat. Dalam kegiatan tersebut, siswa dan tenaga pendidik mendapatkan sosialisasi mengenai denah lokasi sekolah, titik-titik sarana tanggap darurat seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), fasilitas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), jalur evakuasi, hingga pengenalan simbol dan rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Instruksi Kerja (IK) Darurat Gempa dan Tsunami serta Darurat Kebakaran — dua dokumen prosedural yang menjadi acuan warga sekolah dalam bertindak cepat dan tepat saat bencana benar-benar terjadi. Sebagai pelengkap, sosialisasi denah penyelamatan tsunami turut disampaikan secara detail, mencakup tahapan evakuasi awal hingga evakuasi akhir. Materi ini dinilai krusial mengingat karakteristik geografis Kota Padang yang berhadapan langsung dengan zona subduksi di lepas pantai barat Sumatera. Rangkaian sosialisasi ditutup dengan demonstrasi praktik penggunaan kotak P3K, memberikan bekal keterampilan pertolongan pertama yang dapat langsung dipraktikkan oleh siswa maupun staf pengajar dalam situasi darurat sehari-hari, tidak terbatas pada bencana besar semata.

 

Dilanjutkan dengan Program UKS: Sarapan Sehat Bersama

Usai sesi edukasi tanggap darurat, kegiatan berlanjut dengan program dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang menyasar aspek gizi dan kesehatan siswa secara langsung. Dalam program ini, setiap siswa diminta membawa bekal sarapan sehat dari rumah, seperti dua butir telur rebus, tiga buah pisang rebus, atau makanan rebus sehat lain sesuai kebutuhan gizi masing-masing. Uniknya, tumbler dan bekal makanan tersebut tidak disantap di dalam kelas, melainkan diletakkan di pinggir lapangan sekolah — sebuah pendekatan yang sekaligus mendorong suasana kebersamaan sambil tetap menjaga kerapian dan ketertiban area belajar. Sebagai pelengkap program kesehatan, sekolah juga membagikan tablet tambah darah secara gratis kepada seluruh siswi. Program ini merupakan bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri, yang menurut sejumlah kajian kesehatan masih menjadi persoalan gizi yang cukup umum ditemui di kalangan pelajar Indonesia.

 

Sinergi Keselamatan dan Kesehatan sebagai Satu Kesatuan

Penggabungan agenda tanggap darurat dan program UKS dalam satu hari kegiatan mencerminkan pendekatan menyeluruh yang diterapkan SMK-SMTI Padang: bahwa keselamatan siswa tidak hanya soal kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga soal menjaga kondisi fisik dan gizi peserta didik dalam keseharian mereka. Kegiatan ini disampaikan resmi melalui surat edaran dari Wakil Manajemen Mutu (WMM) sekolah, yang diketahui langsung oleh Kepala Sekolah, sebagai bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan siap siaga.


Alamat:Jalan Ir. H. Juanda No. 2, Kota Padang
Telepon: (0751) 41924
Email : smtipadang@kemenperin.go.id

SMK SMTI Padang – Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia!