Padang — Pesantren Ramadan dengan tema “Pembinaan Generasi Madani” digelar untuk memperkuat pembentukan akhlak, literasi, dan kepedulian sosial peserta didik di tengah tantangan era digital. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang holistik, memadukan penguatan nilai keagamaan dengan keterampilan hidup yang relevan bagi remaja masa kini.
Program berlangsung sepanjang bulan suci
Pendekatan yang menekankan keteladanan, disiplin, dan kemandirian. Peserta didik diarahkan untuk menumbuhkan karakter madani yang berlandaskan adab, cinta ilmu, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh pendidik, pembina rohani, dan relawan profesional dari berbagai bidang agar materi yang disampaikan terukur dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Pembinaan Generasi Madani” diterjemahkan ke dalam beberapa fokus utama, yakni pendalaman ibadah yang bermakna, literasi Al-Qur’an, penguatan etika digital, serta penumbuhan jiwa kepemimpinan dan kerja sama. Peserta mengikuti kajian tematik yang membahas akhlak mulia, moderasi beragama, dan tanggung jawab sebagai pelajar di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Materi dirancang dengan bahasa yang lugas dan kontekstual, sehingga mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan realitas keseharian remaja.
Rangkaian kegiatan meliputi tadarus dan tahfiz terstruktur, pelatihan adab pergaulan dan komunikasi, kelas literasi digital yang menekankan etika bermedia sosial, serta workshop proyek sosial sederhana yang dikerjakan berkelompok. Pendekatan ini diharapkan mendorong peserta tidak hanya memahami ajaran, tetapi juga membiasakan diri berperilaku baik, berpikir kritis, dan berkolaborasi secara produktif. Sejumlah sesi refleksi harian mengajak peserta mengevaluasi kemajuan ibadah, sikap, dan komitmen pribadi secara jujur dan terarah.
Pada aspek penguatan literasi, pembelajaran Al-Qur’an dipadukan dengan kecakapan membaca, menulis, dan menyarikan gagasan. Peserta berlatih mengolah informasi, menyusun ringkasan materi, serta menyampaikan pendapat secara santun dan argumentatif. Di kelas etika digital, mereka diajak memahami jejak digital, menghargai privasi, mengenali hoaks, dan mencegah perundungan siber. Dengan demikian, nilai akhlak tidak berhenti pada tataran retorika, melainkan menyentuh keterampilan praktis yang dibutuhkan di ruang digital.
Dimensi sosial menjadi penekanan lain dari pesantren Ramadan ini. Peserta dilibatkan dalam kegiatan layanan masyarakat seperti berbagi takjil, penggalangan donasi, kunjungan ke panti, hingga gerakan kebersihan lingkungan. Pengalaman langsung di lapangan mendorong empati dan rasa tanggung jawab sosial, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong. Pembina menekankan bahwa generasi madani adalah generasi yang tidak hanya cakap secara individu, tetapi juga hadir memberi manfaat seluas-luasnya.
Kegiatan dikemas dengan suasana yang hangat dan inklusif
Interaksi antarkelas berlangsung melalui forum diskusi tematik dan bedah kasus sederhana, sehingga peserta dapat belajar mendengar, menghargai pendapat, dan menemukan solusi bersama. Metode pembelajaran aktif mendorong partisipasi, sementara evaluasi formatif digunakan untuk memetakan kebutuhan pendampingan tiap peserta. Penyelenggara menargetkan perubahan nyata pada sikap, kebiasaan, dan pola pikir, tidak sebatas pemenuhan agenda kegiatan.
Menjelang penutupan, peserta menyusun rencana tindak lanjut pribadi yang berisi target ibadah, kebiasaan belajar, komitmen literasi digital, serta aksi sosial yang dapat dilakukan setelah Ramadan. Orang tua dan wali turut dilibatkan dalam sesi komunikasi singkat agar penguatan karakter berlanjut di rumah. Sekolah mendorong kolaborasi lintas pihak—pendidik, organisasi siswa, dan mitra komunitas—untuk memastikan keberlanjutan pembinaan di luar momentum bulan suci.
Pesantren Ramadan bertema “Pembinaan Generasi Madani” diharapkan menjadi wahana pembiasaan yang konsisten. Melalui perpaduan nilai, keterampilan, dan aksi nyata, program ini menegaskan kembali tujuan pendidikan yang menumbuhkan generasi berakhlak, berdaya saing, dan bermanfaat. Ramadan menjadi pintu masuk untuk memperkokoh karakter, sementara kebiasaan baik yang dibangun diharapkan terus hidup sepanjang waktu.
Alamat:Jalan Ir.
H. Juanda No. 2, Kota Padang
Telepon: (0751) 41924
Email : smtipadang@kemenperin.go.id
SMK SMTI Padang – Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia!